lo tau persis apa yang lagi lo lakuin, chat.
Cari Tau KenapaLo mungkin mikir lo bakar rokok karena "lagi pengen". Tapi riset menunjukkan sebaliknya. Seringkali, tangan lo bergerak sendiri karena otomatisasi (automaticity).
Otak lo udah diprogram ulang. Ketika ada pemicu (kopi, nunggu ojol, bengong), sistem motorik lo jalan duluan sebelum sadar lo setuju. Lo ngerokok bukan pakai niat, tapi pakai refleks.
"Perokok seringkali merokok tanpa kesadaran kognitif penuh, didorong oleh impuls motorik otomatis."
— (Piper et al., 2004)
"Rokok nenangin gue pas stres."
Salah besar, chat. Itu bukan terapi, itu lingkaran setan (maladaptive loop).
Rokok sebenernya meningkatkan detak jantung dan level stres dasar lo. Rasa "tenang" yang lo rasain cuma efek hilangnya rasa sakau (withdrawal) sementara. Lo cuma ngisi lubang yang digali sama rokok itu sendiri.
"Efek relaksasi rokok hanyalah pemulihan dari gejala putus nikotin (withdrawal). Perokok memiliki tingkat stres dasar yang lebih tinggi."
— (Parrott, 1999; Wood et al., 2009)
Craving itu cuma memuncak selama 3-5 menit.
Lo gak perlu berhenti selamanya sekarang juga. Cukup TUNDA (DELAY). Tunggu 5 menit. Alihkan perhatian. Lo yang kontrol dopaminnya, bukan batang rokok itu.
Aktifkan Prefrontal Cortex lo untuk melawan impuls bawah sadar.
Gelombang sugesti (urge surfing) akan turun sendiri setelah 5 menit.
Setiap kali lo berhasil nunda, otak lo belajar siapa bosnya.
Ref: Cognitive regulation of craving (Kober et al., 2010)
0800-177-6565